Diketahui Curi Musik Dari Zelda, Game Indie “Final Sword” Ditarik Dari Nintendo EShop

Posted on

Pada 2 Juli lalu, satu game indie dikeluarkan pada Nintendo eShop Jepang berjudul Final Sword. Sepintas, game ini seperti terlihat tipikal game shovelware yang terus menumpuki katalog eShop serta akan diacuhkan dalam sekejap. Tetapi game jadi bahan perbincangan komune Nintendo selesai salah satunya musik di game menyontek keseluruhan musik dari salah satunya game ikonik Nintendo – The Legend of Zelda.

Musik latar belakang di Final Sword terdengan benar-benar seperti dengan soundtrack dari Ocarina of Time, persisnya trek berjudul “Princess Zelda” atau seringkali disebutkan “Zelda’s Lullaby”. Sadar akan hal itu, pemain langsung banjiri media sosial dengan kutipan video yang berisi BGM itu.

Sebagai perbandingan, berikut musik asli dari Ocarina of Time:

HUP Games, developer dari Final Swords, klaim jika mereka sudah “membeli” BGM yang dipakai dalam game. Klaim yang benar-benar berani dari si developer lihat Nintendo sangat agresif saat property mereka dipakai oleh perusahaan luar. Tidak lama sesudah dibeber di media sosial, Final Swords ditarik dari eShop. Sekarang mereka berusaha untuk bahas permasalahan ini ke Nintendo serta akan mengubah musik yang memiliki masalah yang baru.

Di luar dari perampokan musik dari salah satunya game ikonik Nintendo, Final Swords sudah mendapatkan kritikan jelek serta dipandang seperti game “sampah” oleh beberapa pemainnya. Sarat dengan bug, visual yang nampak tidak usai serta hitbox tidak persisten membuat beberapa pemain tidak menyarankan game dari HUP Games.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *